Kali ini saya akan merivew sebuah artikel tentang pendidikan, judulnya yakni ”Menjadikan
Siswa Pembelajar Sejati” karangan Nuruddin Hidayat.
Untuk
menjadikan siswa sebagai pembelajar sejati, dapat diwujudkan dalam
langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Memotivasi
siswa untuk belajar
2.
Mengenali tipe
belajar anak
3.
Memanfaatkan
kecerdasan majemuk mereka.
Ketiga
langkah tersebut harus terintegrasi mulai dari tahap persiapan,kegiiatan
pembelajaran di kelas, dan tahap penilaian.
Memotivasi
Siswa Untuk Belajar
Tidak mudah menumbuhkan minat belajar bagi siswa, menurut Jerome
Bruner, siswa akan belajar dengan senang hati jika yang dipelajari itu menarit
minatnya,dan jika yang dipelajari itu bermanfaat baginya. Oleh karena itu
setiap memulai kegiatan pembelajaran, sebagai guru perlu mengetahui kaitan apa
yang dipelajari dengan peristiea,pikiran siswa, dan manfaat yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenali
Tipe Belajar Anak
Hasil penelitian menunjukkan gaya setiap siswa itu berbeda-beda.
Gaya belajar merupakan proses belajar yang mempengaruhi siswa tersebut untuk
menyerap dan memproses informasi yang diberikan. Ada tiga jenis gaya yakni
antaralain gaya visual yang menggunakan mata sebagai alat kerjanya jendela
pikiran, gaya auditori yang menggunakan telinga sebagai alat pendengaran
sebagai sambungan ke otak, serta gaya kinestetik yang menggunakan tangan,tubuh
dan gerakan untuk memahami informasi.
Pengenalan belajar tersebut dapat mempermudah guru untuk memilih
metode,media,dan kegiatan penilaian sehingga siswanya dapat terbantu.
Memanfaatkan
Kecerdasan Majemuk
Kercedasan merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah atau
menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan dalam situasi dan kondisi tertentu.
Menurut Howard Gardner ada 9 macam kecerdasan, yakni antaralain: 1.) Kecerdasan
verbal, 2.) Kecerdasan Logika,3.) Kecerdasan visual, 4.) Kecerdasan
Kinestetik,5.) Kecerdasan Musikal,6.) Kecerdasan Intrepersonal,7.) Kecerdasan
Intrapersonal, 8.) Kecerdasan Natural,dan 9.) Kecerdasan Spiritual yang dikenal
dengan kecerdasan majemuk. Jika guru telah mengetahui kecerdasan siswanya maka
itu menjadi peluang sebagai pintu masuk untuk menjadikan proses belajar menajar
menjadi semakin aktif dan efektif.