Monday, June 1, 2015

Jurnal "RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN ISLAM"





RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN ISLAM
Moch. Asyroful Minan
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang


Menurut Muhammad SA. Ibrahim (Bangladesh) (dalam Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, 2006)  menyatakan bahwa pendidikan Islam adalah: “Islamic education in true sense of the lern, is a system of education which enable a man to lead his life anccording to the islamic ideology, so that he may easily mould his life in accordance with tenets of Islam.” (Pendidikan Islam dalam pandangan yang sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam, sehingga mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran islam. Jadi, llmu pendidikan islam adalah ilmu yang berisi tentang pendidikan islam.

 
Ilmu pendidikan islam sendiri memiliki ruang lingkup yang merupakan pembahasan secara lengkap dari ilmu pendidikan islam itu sendiri, antara lain:
1. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
Menurut Djumransjah dan Abdul Malik Karim Amrullah (2007) dasar pendidikan islam identik dengan dasar islam itu sendiri, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW yang dapat dikembangkan dengan ijma’, qiyas, maslahah mursalah, saddudzdzari’ah, urf, istihsan dan lain-lainnya.
Tujuan pendidikan Islam terkait erat dengan tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah Allah dan sebagai ‘Abd Allah. Rincian-rincian dari itu telah diuraikan oleh banyak pakar pendidikan islam. Diantaranya ‘Atiyah Al Abarasyi (dalam Haidar Putra Daulay, 2009) mengemukakan rincian aplikasi dari tujuan pendidikan Islam tersebut.
  1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
  2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
  3. Menumbuhkan roh ilmiyah (scientific spirit)
  4. Menyiapkan peserta didik dari segi professional.
  5. Persiapan untuk mencari Rezeki.
2. Peserta Didik
Peserta didik adalah orang yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan; bisa disebut juga sebagai murid, santri atau mahasiswa.
3. Pendidik
Dalam konteks pendidikan Islam “pendidik” sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris, dan mursyid. Dan kadang kala disebut melalui gelarnya, seperti istilah ustadz dan al-syaykh.
Perndidik berarti juga orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT (Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, 2006).
4. Proses Mendidik atau Pembelajaran
Proses mendidik atau pembelajaran merupakan kegiatan belajar dan mengajar yang dipimpin oleh seorang amir ta’lum (guru assatidz, dosen) yang menyampaikan ilmu kepada murid (peserta didik) berisi keutamaan-keutamaan beramal shalih atau ilmu-ilmu yang diridlai Allah SWT (Heri Jauhari Muchtar, 2008).
5. Materi dan Kurikulum Pendidikan Islam
Secara umum lingkup materi pendidikan Islam itu menurut Dr. Abdullah Nasikh Ulwan (dalam Heri Jauhari Muchtar, 2008) terdiri dari tujuh unsur yaitu:
  1. Pendidikan Keimanan
  2. Pendidikan Moral/Akhlaq
  3. Pendidikan Jasmani
  4. Pendidikan Rasio
  5. Pendidikan Kejiwaan/Hati Nurani
  6. Pendidikan Sosial/Kemasyarakatan
  7. Pendidikan Seksual
Kurikulum adalah program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
6. Metode dalam Pendidikan Islam
Secara garis besar metode dalam pendidikan islam ada lima (dalam Heri Jauhari Muchtar, 2008), yaitu:
  1. Metode Keteladanan (Uswah Hasanah)
  2. Metode Pembiasaan
  3. Metode Nasihat
  4. Metode memberi Perhatian
  5. Metode Hukuman
7. Evaluasi dalam Pendidikan Islam
Evaluasi adalah suatu proses penaksiran terhadap kemajuan pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan. Sedangkan evaluasi pendidikan islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan aktifitas/pengetahuan peserta didik di dalam pendidikan Islam.Kelembagaan dalam Pendidikan Islam
8. Lembaga pendidikan adalah suatu institusi/pranata yang menaungi, mengatur, dan melaksanakan suatu sistem pendidikan dengan terorganisasi dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam pendidikan.
Nilai-nilai pendidikan islam dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, karena pendidikan islam mengandung tiga pilar nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat dan berketuhanan. Tiga nilai tersebut adalah
  1. Nilai I’tiqadiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan keimanan.
  2. Nilai Khuluqiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan etika.
  3. Nilai Amaliyah, yang berkaitandengan pendidikan tingkah laku sehari-hari.

No comments:

Post a Comment