RUANG
LINGKUP ILMU PENDIDIKAN ISLAM
Moch.
Asyroful Minan
Universitas
Islam Negeri Walisongo Semarang
Menurut Muhammad SA. Ibrahim
(Bangladesh) (dalam Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir, 2006) menyatakan
bahwa pendidikan Islam adalah: “Islamic education in true sense of the lern,
is a system of education which enable a man to lead his life anccording to the
islamic ideology, so that he may easily mould his life in accordance with
tenets of Islam.” (Pendidikan Islam dalam pandangan yang sebenarnya adalah
suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan
kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam, sehingga mudah ia dapat membentuk
hidupnya sesuai dengan ajaran islam. Jadi, llmu pendidikan islam adalah ilmu
yang berisi tentang pendidikan islam.
Ilmu pendidikan islam sendiri
memiliki ruang lingkup yang merupakan pembahasan secara lengkap dari ilmu
pendidikan islam itu sendiri, antara lain:
1. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
Menurut Djumransjah dan Abdul Malik
Karim Amrullah (2007) dasar pendidikan islam identik dengan dasar islam itu
sendiri, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW yang dapat dikembangkan
dengan ijma’, qiyas, maslahah mursalah, saddudzdzari’ah, urf, istihsan dan
lain-lainnya.
Tujuan pendidikan Islam terkait erat
dengan tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah Allah dan sebagai ‘Abd Allah.
Rincian-rincian dari itu telah diuraikan oleh banyak pakar pendidikan islam.
Diantaranya ‘Atiyah Al Abarasyi (dalam Haidar Putra Daulay, 2009) mengemukakan
rincian aplikasi dari tujuan pendidikan Islam tersebut.
- Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia.
- Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
- Menumbuhkan roh ilmiyah (scientific spirit)
- Menyiapkan peserta didik dari segi professional.
- Persiapan untuk mencari Rezeki.
2. Peserta Didik
Peserta didik adalah orang yang
menuntut ilmu di lembaga pendidikan; bisa disebut juga sebagai murid, santri
atau mahasiswa.
3. Pendidik
Dalam konteks pendidikan Islam
“pendidik” sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris,
dan mursyid. Dan kadang kala disebut melalui gelarnya, seperti istilah ustadz
dan al-syaykh.
Perndidik berarti juga orang dewasa
yang bertanggung jawab memberi pertolongan pada peserta didiknya dalam
perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu
berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam
memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT (Abdul Mujib dan Jusuf
Mudzakkir, 2006).
4. Proses Mendidik atau Pembelajaran
Proses mendidik atau pembelajaran
merupakan kegiatan belajar dan mengajar yang dipimpin oleh seorang amir
ta’lum (guru assatidz, dosen) yang menyampaikan ilmu kepada murid (peserta
didik) berisi keutamaan-keutamaan beramal shalih atau ilmu-ilmu yang diridlai
Allah SWT (Heri Jauhari Muchtar, 2008).
5. Materi dan Kurikulum Pendidikan
Islam
Secara umum lingkup materi
pendidikan Islam itu menurut Dr. Abdullah Nasikh Ulwan (dalam Heri Jauhari
Muchtar, 2008) terdiri dari tujuh unsur yaitu:
- Pendidikan Keimanan
- Pendidikan Moral/Akhlaq
- Pendidikan Jasmani
- Pendidikan Rasio
- Pendidikan Kejiwaan/Hati Nurani
- Pendidikan Sosial/Kemasyarakatan
- Pendidikan Seksual
Kurikulum adalah program pendidikan
yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
6. Metode dalam Pendidikan Islam
Secara garis besar metode dalam
pendidikan islam ada lima (dalam Heri Jauhari Muchtar, 2008), yaitu:
- Metode Keteladanan (Uswah Hasanah)
- Metode Pembiasaan
- Metode Nasihat
- Metode memberi Perhatian
- Metode Hukuman
7. Evaluasi dalam Pendidikan Islam
Evaluasi adalah suatu proses
penaksiran terhadap kemajuan pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk
tujuan pendidikan. Sedangkan evaluasi pendidikan islam adalah suatu kegiatan
untuk menentukan taraf kemajuan aktifitas/pengetahuan peserta didik di dalam
pendidikan Islam.Kelembagaan dalam Pendidikan Islam
8. Lembaga pendidikan adalah suatu
institusi/pranata yang menaungi, mengatur, dan melaksanakan suatu sistem
pendidikan dengan terorganisasi dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan
tertentu dalam pendidikan.
Nilai-nilai pendidikan islam dalam
kehidupan sehari-hari sangatlah penting, karena pendidikan islam mengandung
tiga pilar nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat dan berketuhanan. Tiga
nilai tersebut adalah
- Nilai I’tiqadiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan keimanan.
- Nilai Khuluqiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan etika.
- Nilai Amaliyah, yang berkaitandengan pendidikan tingkah laku sehari-hari.
No comments:
Post a Comment